My day dan problem sosial




 May day, atau di peringati hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei merupakan momentum bersejarah yang lahir dari kondisi dan tatanan sosial kian tak terelakkan akibat pasang-surutnya kebijakan dan sistem negara tidak lagi menempatkan posisi para buruh pada satu tuntutan mendesak, misalnya PHK massal, sepihak, Scorsing, bahkan buruh di pekerjakan hanyalah semata mata mengakumulasikan  modal kapital, sehingga lambat laun kaum pekerja hanya di jadikan tenaga menguras keringat lewat jam kerja tak menentu.

May day Bukan momentum hanya sebatas di peringati, namun berjalan sesuai dengam arah tuntutan serta menuju pada final,bagaimana secara nasional merespon dengan dalih modalnya adalah konsolidasi kekuatan jiwa maupun mental dalam menghadapi setiap ancaman global di tengah pandemi wabah yang tidak ada habisnya merenggut tatanan dari semua sendi kehidupan hingga memporak-porandakan sistem yang tidak lagi adil di mata hukum.

Maka, merespon momen ini, mengedepankan prinsip dan niat di dasari mental berani di hadapan kekuasaan yang kebal dengan hukum, baik tirani maupun mental pragmatis.


Arah dan tuntutan..

Arah gerakan sosial sebenarnya ada, dan itu setiap mendesak akan di lakukan manakala kaum buruh pada setiap periode sejarah banyak ditemukan kejanggalan kebijakan pihak atasan kekuasaan negara, sehingga tuntutan itu sekalipun di gubris, maka akan terjadi gerak konstan di barengi dengan situasi represif di bawah kontrol rezim bermodal kapital.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini: Demokrasi milik siapa?

Pelanggaran HAM dalam Artikulasi Politik