Postingan

My day dan problem sosial

Gambar
 May day, atau di peringati hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei merupakan momentum bersejarah yang lahir dari kondisi dan tatanan sosial kian tak terelakkan akibat pasang-surutnya kebijakan dan sistem negara tidak lagi menempatkan posisi para buruh pada satu tuntutan mendesak, misalnya PHK massal, sepihak, Scorsing, bahkan buruh di pekerjakan hanyalah semata mata mengakumulasikan  modal kapital, sehingga lambat laun kaum pekerja hanya di jadikan tenaga menguras keringat lewat jam kerja tak menentu. May day Bukan momentum hanya sebatas di peringati, namun berjalan sesuai dengam arah tuntutan serta menuju pada final,bagaimana secara nasional merespon dengan dalih modalnya adalah konsolidasi kekuatan jiwa maupun mental dalam menghadapi setiap ancaman global di tengah pandemi wabah yang tidak ada habisnya merenggut tatanan dari semua sendi kehidupan hingga memporak-porandakan sistem yang tidak lagi adil di mata hukum. Maka, merespon momen ini, mengedepankan prinsip dan niat d...

Opini: Demokrasi milik siapa?

Demokrasi sepatutnya memberikan nilai plus kepada bangsanya, negara akan menjamin sebuah kebebasan hak, partisipasi politik dan kritik sosial. Kalau demokrasi di hdapkan dengan sebuah orientasi kekuasaan, maka di temukan marjinalisasi, pengekangan, politisasi, guna menyuplai hasil keringat rakyat lewat sebuah sistem serakah, dimana demokrasi menempatkan posisiny sebagai satu kebutuhan sendi kehidupan berbagsa, sekalipun penyelenggaran negara akan berkiblat pada tatanan kehidupan oligarki dan kapitalisme di penghujung dunia barat dan timur. Sejatinya mengingatkan sebuah pertanyaan goblok, tak memiliki esensi, eksistensi dan jiwa raga demokrasi untuk milik siapa, bagaimana dan demokrasi itu harus di rebut. Perebutan kekuasaan oligarki di tangan kaum lemah, proletariat lah akan di jadikan kambing hitam negara, komunisme akan bangkit namun saja di preteli lewat agen produk sejarah dunia, sosialisme akan bangkit, namun selalu saja di kekang, di tutupi sebuah ideologi borjuasi, atau perang i...

Pelanggaran HAM dalam Artikulasi Politik

 HAM, atau Hak asasi manusia merupakan suatu kebebasan manusia yang di jamin oleh negara dan akui oleh undang-undang serta di junjung tinggi oleh manusia lainnya sebagaimana di mata manusia lainnya, sesuai kodrat dan berdasarkan dalil serta hukum-hukum positif, dimana manusia di posisikan sebagai makhluk tuhan yang paling mulia sejak adanya perjanjian primordial manusia dengan tuhan. Maka HAM pun bisa menjawab semua problem yang ia hadapi terhadap situasi sosial-masyarakat, bangsa dan negara. Namun kerap kali, HAM sudah tidak lagi menempatkan bangsanya sebagaimana kembali pada kodrat manusia, jaminan kebebasan berpendapat, hak menyampaikan apa yang menjadi tanggung jawab negara, melindungi segenap bangsa indonesia bukan melindungi segenap di jadikan alat saling memerangi satu dengan yang lainnya. Satu problem mendasar, bahwa isu HAM telah ada sebelum indonesia melahirkan konsep undang-undang HAM, dan Itupun mencuat ke publik, sebuah tanda tanya besar, apakah perlindungan terhadap m...