Pelanggaran HAM dalam Artikulasi Politik
HAM, atau Hak asasi manusia merupakan suatu kebebasan manusia yang di jamin oleh negara dan akui oleh undang-undang serta di junjung tinggi oleh manusia lainnya sebagaimana di mata manusia lainnya, sesuai kodrat dan berdasarkan dalil serta hukum-hukum positif, dimana manusia di posisikan sebagai makhluk tuhan yang paling mulia sejak adanya perjanjian primordial manusia dengan tuhan.
Maka HAM pun bisa menjawab semua problem yang ia hadapi terhadap situasi sosial-masyarakat, bangsa dan negara. Namun kerap kali, HAM sudah tidak lagi menempatkan bangsanya sebagaimana kembali pada kodrat manusia, jaminan kebebasan berpendapat, hak menyampaikan apa yang menjadi tanggung jawab negara, melindungi segenap bangsa indonesia bukan melindungi segenap di jadikan alat saling memerangi satu dengan yang lainnya.
Satu problem mendasar, bahwa isu HAM telah ada sebelum indonesia melahirkan konsep undang-undang HAM, dan Itupun mencuat ke publik, sebuah tanda tanya besar, apakah perlindungan terhadap manusia dalam perspektif kekerasan negara-penguasa terhadp rakyat. Misalnya, pelanggaran HAM di Amerika atas kebijakan pemerintah di masa Donald Trump atas kasus Rasialisme tehadap kulit hitam (rasis), menjunjung tinggi hak-hak warga negara sipil, menjamin kebebasan ras dan golongan, itulah sebuah tatanan demokrasi sejatinya yang benar-benar mematuhi konstitusi negara dunia. Maka HAM lah akan menjadi artikulasi dalam kebijakan politik.
Masih segar dalam ingatan kita atas tragedi mei tahun 1998 atas peristiwa berdarah yang menewaskan beberapa mahasiswa dan aktivis pro demokrasi. Ali-alih kebijakan pak harto di saat itu menyulap indonesia menjadi satu negara di bawah kontrol kapitalisme-imperialisme bekas jajahan bangsa asing dan neo kolonialisme bekas jajahan belanda akhir tahun 1965 pada abad 19.
HAM bukan saja bicara pada tataran penguasa atas peralihan isu politik ,namun implementasi HAM setidak-tidaknya di tinjau kembali, apakah HAM masih membuka ruang kepada rakyatnya sedang melihat, bahwa republik ini tidak baik-baik saja. Ataukah isu HAM menjadikan sebuah isu politik mengambil langkah, membungkam kekwbasan rakyat mengekapresikan diri di ruang publik secara kolektif pada kondisi, dimana kondisi ekonomi, sosial dan penyimpangan lainnya yang dianggap berjalan tak sebanding dengan kondisi mendesak rakyat indonesia sejak Indonesia di pimpin oleh bung karno hingga masuk babak periode sejarah kita hari ini.
Komentar
Posting Komentar